Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Cara Merawat Bonsai Kelapa Dongkelan Supaya Tidak Mati dan Tumbuh Subur

Cara merawat bonsai kelapa dongkelan supaya tidak mati memang membutuhkan teknik yang sedikit berbeda. Salah satunya yaitu dari tumbuhan yang ditanam langsung dari benihnya. Bagi Anda yang tertarik mengembangkan jenis ini, maka perlu membekali dengan berbagai pengetahuan di bidangnya. Dengan begitu, bisa juga dijadikan sebagai ladang bisnis.

Cara Merawat Bonsai Kelapa Dongkelan Supaya Tidak Mati dan Tumbuh Subur

bonsai kelapa dongkelan

Bonsai sendiri merupakan tanaman yang dikerdilkan sehingga cocok untuk dijadikan sebagai hiasan rumah. Ada berbagai jenis yang sudah tersebar di pasaran, termasuk salah satunya adalah bonsai kelapa. Berikut ini beberapa tips untuk tumbuhan hasil pendongkelan agar tetap subur:

1. Pastikan Proses Pendongkelan Sesuai dengan Prosedur

Proses paling penting yang tidak boleh Anda abaikan adalah saat pendongkelan. Usahakan untuk memilih jenis yang memang sudah siap untuk dipindahkan. Salah satu tandanya adalah akarnya cukup banyak. Hal ini agar bisa menopang bagian batang dan daunnya dengan baik.

Perlengkapan yang bisa digunakan adalah cangkul atau linggis, namun tetap harus berhati-hati guna meminimalisir terpotongnya akar-akar bonsai. Selanjutnya pastikan untuk menyisakan tanah yang pada tanaman dengan maksud supaya lebih mudah menyesuaikan lingkungan nantinya.

2. Lakukan Prose Peremdaman Setelah Proses Pendongkelan

Setelah mendongkel bonsai kelapa, biarkan tumbuhan tersebut selama kurang lebih 2 hari di lingkungan yang lembab. Fungsi utamanya adalah untuk menormalkan kondisi akar supaya nantinya lebih mudah menyesuaikan dengan lingkungan barunya yang berbeda kandungan.

Akibat yang ditimbulkan jika Anda langsung menamnya setelah mendongkel adalah mati karena stres. Artinya adalah setiap media tanam memiliki kandungan vitamin dan mineral dengan kadar tersendiri, ketika dipindahkan secara tiba-tiba maka bonsai kelapa tersebut akan kaget.

3. Pilih Bonsai Kelapa yang Akarnya Sudah Tumbuh Banyak

Saat mendongkel bonsai sangat tidak dianjurkan untuk yang baru ditanam, yaitu setelah masa pembibitan. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan akar belum maksimal dan sangat rawan mati apabila dipindahkan paksa. Umumnya gejalanya adalah akan mengering atau daunnya mengecil.

Meskipun terlihat sederhana namun pengetahun seperti ini penting Anda pelajari lebih dalam, guna menghindari terjadinya kesalahan terutama jika ingin mengembangkannya menjadi usaha budidaya. Akibatnya harga di pasaran bisa menurun drastis karena tanaman tidak tumbuh sewajarnya.

4. Hindari Pemangkasan Daun Setelah Pemindahan

Pemangkasan daun setelah pemindahan dapat berakibat fatal untuk pertumbuhan bonsai kelapa. Hal ini berdasarkan praktek yang dilakukan secara langsung oleh pengembang biak. Umumnya menjadikan tanaman tersebut mengering dan lama-kelamaan akan mati meski disirami setiap hari.

Setelah pendongkelan lebih baik taruh di tempat lembab namun jangan sampai terkena air berlebihan. Tujuan dari proses ini yakni menetralkan kondisi akar yang sebelumnya mendapatkan nutrisi dan pH dengan kadar tertentu sehingga lebih siap ditanam pada media lain.

Sesaat setelah beberapa bulan kedepan pohon kelapa dongkelan akan hidup yang ditandai dengan munculnya daun baru. nah setelah keluar daun baru supaya tumbuh subur baca juga menyuburkan daun bonsai kelapa.

5. Pilih Media Tanam yang Memiliki Kandungan Unsur Hara

Tanah yang paling baik adalah mengandung unsur hara dengan kadar yang mencukupi. Tandanya adalah biasanya terdapat sisa daun membusuk, kehitaman, dan tentunya dekomposer bisa berkembang biak dan hidup didalamnya. Jenisnya yaitu seperti cacing atau hewan lainnya.

Sebaliknya jika Anda menemukan rayap, sebaiknya hindari karena beresiko akan merusak tanaman meski termasuk dekomposer. Hal ini karena pemrosesannya berbeda dari cacing yaitu dengan memakan dan membuatnya menjadi tanah baru dengan kandungan unsur hara cukup tinggi.

6. Tentukan pH yang Sesuai dengan Tumbuhan yang Akan Ditanam

Setiap tumbuhan memiliki kecenderungan kondisi media tanamnya mulai dari kandungan unsur hara dan pH. Sebelumnya pH sendiri adalah derajat keasaman yang menunjukkan bahwa jika di bawah 7 adalah asam, sedangkan di atasnya yakni basa, dan tujuh melambangkan angka netral.

Derajat keasaman tersebut akan mempengaruhi tingkat kesuburan suatu tumbuhan. Umumnya yang digunakan adalah pH netral yaitu berada di angka 7. Apabila ingin mengetahuinya maka bisa menggunakan alat khusus. Anda dapat menemukannya di toko perlengkapan bercocok tanam.

7. Hindarkan dari Gangguan Hama Menggunakan Pestisida Alami

Penerapan pestisida alami bertujuan untuk mengusir hama tertentu dari tanaman bonsai. Caranya sendiri yaitu buat menjadi cairan dengan kadar yang sudah ditentukan. selanjutnya semprotkan pada daerah yang rawan terkena gangguan. Jenisnya sendiri bisa berupa semut, kutu putih, atau ulat.

Jika hama yang paling banyak mengganggu adalah ulat, maka usahakan untuk memeriksa tanaman bonsai secara berkala dan membuang jauh hewan tersebut agar tidak kembali lagi. Cara lain untuk membasmi hama adalah dengan memberi pupuk yang tepat dan dengan karang mencukupi.

Akhir Kata

Itulah penjelasan singkat mengenai cara merawat bonsai kelapa dongkelan supaya tidak mati dan tumbuh subur. Setelah proses penanaman kunci utama lainnya berada pada perawatan. Sebagian besar tumbuhan kelapa tidak menyukai berada dilingkungan yang terlalu basah atau tergenang air.

 


Posting Komentar untuk " Cara Merawat Bonsai Kelapa Dongkelan Supaya Tidak Mati dan Tumbuh Subur"