Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

INI DIA!!! Ciri-ciri Bahan Bonsai Kelapa yang Bagus untuk di kembangkan

Sebelum membuat bonsai kelapa, pening untuk mengetahui terkait dengan ciri-ciri bahan bonsai kelapa yang bagus. Hal ini untuk menunjang agar tidak terjadi kecacatan serta bisa bertumbuh dengan baik. Di samping itu pastikan juga merawatnya sesuai prosedur.

Ciri-ciri Bahan Bonsai Kelapa yang Bagus

Beberapa waktu terakhir bercocok tanam menjadi salah satu hobi yang sedang booming dan disukai dari berbagai kalangan. Jenis tumbuhannya juga beragam, salah satunya adalah bonsai kelapa. Agar mendapatkan varietas unggul, maka harus mencari benih bagus dengan ketentuan sebagai berikut:

Bahan Bonsai Kelapa

1. Jangan Memilih Bibit yang Jatuh dari Pohon

Pada daerah yang masih banyak tumbuhan kelapa tentu akan sering menemui buah tersebut jatuh dari pohonnya. Namun tidak disarankan dijadikan sebagai bibit bonsai kelapa, karena bagian batoknya cenderung rapuh dan ditakutkan membuatnya tidak bisa berkembang secara sempurna.

 Saat menemukan yang jatuh dari pohon sebaiknya jadikan bahan memasak jika masih layak atau biarkan supaya bisa tumbuh tanaman baru. Ciri-ciri bibit yang baik untuk dikembangkan menjadi bonsai adalah bagian batoknya cukup kuat karena akan dilakukan proses pengamplasan.

2. Ukurannya Tidak Terlalu Besar

Bonsai sendiri merupakan istilah untuk tanaman yang semula besar, namun dikerdilkan dengan tujuan sebagai tumbuhan hiasan rumah. Lantas hal ini membuat daya tarik tersendiri bahkan harganya cukup mahal. Peminatnya sampai saat ini terus meningkat untuk jenis-jenis tertentu.

Sebagai tumbuhan yang dikerdilkan tentu kurang bagus jika ukurannya besar, oleh sebab itu penting memilih dengan ukuran batok kecil dan tebal. Tujuan utamanya supaya saat dibentuk menjadi semakin mudah dan tentunya bernilai estetik baik untuk dalam maupun luar ruangan.

3. Cari Kelapa yang Sudah Tua

Kelapa yang sudah tua umumnya akan memiliki batok yang jauh lebih kuat dan siap untuk bertunas dibandingkan dengan jenis muda. Umumnya akan membusuk dan tidak akan bisa tumbuh. Untuk itu dalam hal pemilihan bibit tidak boleh sembarangan, sebab bisa berakibat fatal.

Selain itu saat proses pemisahan dengan serabutnya akan lebih sulit, karena umumnya jika kelapa masih muda maka cenderung membusuk dan semakin lengket satu sama lainnya apabila diletakkan pada tempat yang lembab. Oleh sebab itu gunakan yang sudah benar-benar kering.

4. Harus Dipetik Langsung dari Pohon

Pemetikan dari pohon bertujuan untuk membuat agar kelapa tidak mengalami kerusakan. Misalnya pecah sehingga mengakibatkan cacat atau kebusukan. Sebab dalam prosesnya harus dilakukan pembersih dari sabut kelapa, bahkan jika perlu menghaluskannya menggunakan amplas.

Meskipun dipetik langsung dari pohon dengan ketinggian yang cukup sebaiknya hindari menjatuhkannya atau gunakan teknik lain. Sebagai contoh, dengan cara membawa wadah berasal dari anyaman bambu kemudian mengikatnya menggunakan tali secara kuat.

5. Tidak Mengeluarkan Bau Busuk

Kelapa yang mengeluarkan bau busuk menjadi salah satu tanda bahwa sudah tidak layak digunakan sehingga pertumbuhannya akan terhambat. Tahap pemilihan ini sangat penting dilakukan, jika salah maka kemungkinan besar akan gagal dan tidak tumbuh menjadi tunas yang indah.

Umumnya tunas yang tidak sempurna akan tumbuh cacat salah satunya akan terpecah pada bagian tempurungnya karena tertekan oleh pertumbuhan akar dan batang. Hal ini menjadikan nilai jualnya menurun drastis sebab berkurangnya nilai estetiknya meski dari varietas yang bagus.

6. Tidak Tumbuh Banyak Akar

Meskipun pada proses pembentukan bonsai ini nantinya beberapa akar akan dipotong secara berkala. Namun sebaiknya memilih yang tumbuhnya cukup banyak untuk menopang batang nantinya. Jika tanaman membesar dan tinggi maka kapasitasnya akan semakin berat.

Akar sedikit akan membuatnya mudah roboh terutama pada tumbuhan bonsai yang dibuat kepalanya menyembul ke atas. Saat ini konsep tanaman hias menitik beratkan pada nilai estetiknya. Untuk itu dibuat seindah mungkin dan tentunya tetap mengedepankan nilai naturalnya.

7. Kelapa yang Cocok untuk Bonsai

Ada berbagai tumbuhan kelapa yang tersebar di Indonesia, setiap jenisnya memiliki ciri khas dan karakteristik tersendiri. Hal inilah yang menambah daya tariknya serta nilai jualnya di pasaran. Semakin banyak peminat maka harganya tentu akan tinggi. Beriku beberapa di antaranya:

• Bonsai Kelapa Albino

Seperti namanya, bonsai kelas ini memiliki ciri khas berupa warnanya yang putih mendekati silver. Akan sangat cocok menempatkannya di teras atau taman khusus untuk menambah keindahannya. Umumnya tumbuhnya tidak terlalu membesar sehingga cocok ditaruh dalam pot kecil.

• Bonsai Kelapa Gading Merah

Nama dari bonsai ini diambil dari karakteristiknya yaitu berwarna merah kekuning-kuningan. Jika Anda tertarik menanamnya maka harus mengetahui tata cara perawatan yang baik dan benar, sebab cukup sulit. terutama untuk mempertahankan ciri khas warnanya agar tidak pudar maupun berubah.

Akhir Kata

Demikian penjelasan mengenai ciri-ciri bahan bonsai kelapa yang bagus untuk Anda ketahui sebelum melakukan pembudidayaan atau bercocok tanam. Selain itu penting untuk mengerti terkait bagaimana cara paling tepat untuk merawat setiap jenisnya.

Posting Komentar untuk "INI DIA!!! Ciri-ciri Bahan Bonsai Kelapa yang Bagus untuk di kembangkan"