Lagu/Kidung Lingsir wengi makna dan kandungannya ciptaan Sunan Kalijaga

Penyebaran agama islam di pulau jawa tidak terlepas dari perjuangan wali sekaligus pencipta lagu lingsir wengi ciptaan sunan kalijaga. Lagu yang satu ini sangat populer dikalangan masyarakat jawa pada khususnya dan masyarakat indonesia pada umumnya, pasalnya lagu lingsir wengi dijadikan sebagai media penyebaran agama islam oleh sunan kalijaga.

Mari Kenal Lebih Jauh Pencipta Lagu Lingsir Wengi

Lingsir wengi makna dan kandungannya ciptaan Sunan Kalijaga

Biografi Singkat Sunan Kalijaga

Lagu lingsir wengi menjadi salah satu media yang dipakai oleh Sunan Kalijaga yang memiliki nama asli Raden Said seorang ulama besar yang dijuluki sunan dengan kegigihan dan kecerdasannya menyebarkan agama islam.

Ayahanda Sunan Kalijaga adalah seorang bangsawan yaitu menjabat sebagai adipati Tuban yang juga dikenal sebagai tumenggung wilatikta. Selain nama Raden Said, Sunan Kalijaga juga dikenal dengan nama pangeran tuban, Lokajaya, syekh Malaya dan juga Raden Abdurrahman.

Sunan Kalijaga sebagai pencipta lagu lingsir wengi lahir sekitar tahun 1450 Masehi dari pasangan seorang adipati tuban Raden Ahmad Sahuri dan Dewi Nawangarum lahirlah seorang ulama besar skaligus salah satu tokoh walisongo Sunan Kalijaga.

Sebelum menjadi seorang walisongo pencipta lagu lir ilir diceritakan sebagai seorang perampok yang tidak tega terhadap kemiskinan rakyat sehingga menjadikan sunan kalijaga merampok para saudagar kaya dan membagikan hasil rampokannya ke masyarakat miskin.

Setelah sekian lama kemudian ia bertemu dengan seorang ulama besar yang masuk dalam walisongo yaitu Sunan Bonang. apa yang dilakukan oleh sunan kalijaga menolong masyarakat miskin dengan cara mencuri tidak dibenarkan, singkatnya ia diberi amanah untuk menjaga tongkat sunan bonang yang ingin dimiliki sunan kalijaga di pinggir kali sampai sekian lama baghkan sampai tubuh dan tongkatnya dililiti tumbuhan liar yang tumbuh di sekitarnya.

Pada suatu saat entah Sunan Bonang baru teringat akan hal tersebut atau yang lainnya kemudian menghampiri Sunan Kalijaga yang masih setia bertapa menjaga tongkatnya di pinggir kali (sungai). setelah kejadian tersebut Sunan Kalijaga menjadi murid (santri) Sunan Bonang.
     

Metode Dakwah Penyebaran Islam Sunan Kalijaga

Setelah menyadari bahwa apa yang telah dilakukannya yakni menolong masyarakat miskin dengan cara mencuri salah dan tidak dibenarkan oleh Sunan Bonang, Sunan Kalijaga Berdakwah menggunakan metode lewat kesenian. Sunan Kalijaga memiliki anggapan berdakwah di masyarakat jawa jika menggunakan kekerasan bukannya semakin mudah palah semakin menjauh dan tidak mengena. 

Sunan Kalijaga sebagai pencipta lagu lingsir wengi lebih memilih menggunakan kesenian sebagai media dakwah diantaranya lewat kenian ukir, kesenian wayang dan sukuk (kesenian suara). seni suluk seperti lagu lir ilir, gundul-dundul pacul merupakan lagu yang viral dan juga sangat terkenal. 

Ketolerannya terhadap budaya lokal dijadikan sebagai alat yang terbukti keberhasilannya menyebarkan agama islam bahkan sampai beberapa adipati berhasil masuk islam yaitu adipati pandanaran, kebumen, kartosuro, banyumas dan juga pajang. 

  

Lirik lagu lingsir wengi disertai maknanya

Lingsir wengi sliramu tumeking sirno
Menjelang malam, dirimu akan lenyap
Jangan bangun dari tempat tidurmu
Ojo tangi nggonmu guling
Awas jangan menampakkan diri
Awas jo ngetoro
Aku sedang dalam kemarahan besar
Aku lagi bang wingo wingo
Jin dan setan yang kuperintah (atau : Jin dan setan kuperintahkan)
Jin setan kang tak utusi
Dadyo sebarang
Menjadi perantara (atau : Jadilah apa saja)
Wojo lelayu sebet 
Untuk mencabut nyawamu (atau : Jangan membawa maut)

Related Keyword
arti lagu lingsir wengi
arti lagu lingsir wengi pemanggil kuntilanak
lirik lagu lingsir wengi pemanggil kuntilanak
lingsir wengi wikipedia
lirik lingsir wengi sliramu tumeking sirno
lirik lingsir wengi kuntilanak
lingsir wengi mp3
lagu lingsir wengi mp3 asli

Belum ada Komentar untuk "Lagu/Kidung Lingsir wengi makna dan kandungannya ciptaan Sunan Kalijaga"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel