Tips Mengatasi Lahan Pertanian Kering Saat Kemarau Panjang

Indonesia sebagai negara tropis dengan 2 musim yakni musim kemarau dan musing penghujan sangatlah cocok untuk aktifitas dibidang pertanian seperti menanam berbagai macam tanaman terlebih tanahnya juga sangat subur sehingga akan membuat hampir semua jenis tanaman akan tumbuh dengan subur. 

Kegiatan pertanian membutuhkan lahan yang strategis sehingga keperluan air untuk tanaman akan tercukupi dengan baik. Namun apalah daya jika kenyataan tidak sebanding dengan keinginan dan pada saat musim kemaraupun tidak bisa melakukan aktifitas dibidang pertanian karena kekurangan air. 

Sekuat-kuatnya manusia tentu tidak bisa melawan kehendak tuhan, bisanya hara berusaha dan berdoa. dibutuhkan fikiran dan tenaga yang ekstra untuk bisa memecahkan persoalan seperti kekeringan ar. berikut dibawah ini tips yang bisa dilakukan untuk tetap bisa memanfaatkan lahan pertanian yang kosong saat musim kemarau. 

Tips Mengatasi Lahan Pertanian Kering Saat Kemarau Panjang
Pict From Pixabay.com

Mencari Alternatif  Sumber Air

Saat musim kemarau identik dengan mengeringnya saluran air sehingga kegiatan pertanian tidak bisa dilakukan karena persediaan air yang kurang bahkan tidak ada sama sekali. Pfofesi sebagai petani tentu akan sangat menyulitkan jika berada pada keadaan tersebut. Mencari sumber air sebagai alternatif menjadi hal yang paling penting untuk bisa terus bercocok tanam meskipun dimusim kemarau. 

Musim kemarau beberapa tahun kebelakang memang sulit untuk diprediksi karena ada banyak faktor yang bisa mempengaruhinya. Banyaknya pohon besar yang sudah pada di tebang, Mengurangnya hutan lindung, adanya polusi udara dan lain sebagainya juga tidak menutup kemungkinan ikut menyumbang semakin susahnya mencari air saat kemarau.
    

Membuat Sumur Bor  

Lahan pertanian sebagai pusat atau sumber penghasilan petani tidak bisa dibiarkan begitu saja hanya pasrah jika saat kekurangan air, karena penghidupan manusia/petani terus berjalan tanpa bisa di stop. Untuk mengatasi lahan pertanian yang kekurangan air bisa dilakukan dengan cara membuat sumur bor yang berada di lokasi pertanian dengan cara membuat kelompok tani dan dilakukan secara bersama, sehingga akan terasa lebih ringan, berbeda jika dikerjakan hanya sendirian. 

Membuat sumur bor juga tidak terlalu sulit jika medan tanahnya tidak mengandung unsur bebatuan yang keras, dan sudah banyak cara atau tutorial yang mengulas tentang pembuatan sumur bor baik di youtube atau di website/blog. Jika mempunyai dana yang lebih bisa memanfaatkan jasa pembuatan sumur bor yang berada di lingkungan anda. 

Saat pembuatan sumur bor idealnya harus dilakukan uji coba terlebih dahulu seberapa besar kemampuan air yang bisa dihasilkan dengan cara menyedot menggunakan mesin pompa air dalam beberapa jam untuk memastikan kesiapan ketika digunakan.

Baca Juga :

Mengatasi lahan pertanian yang kekurangan air dengan menggunakan sumur bor sebaiknya dilakukan secara kompak dan untuk sekian petak sawah ditaruh sumur bor dan mesin pompa air yang siap stanby jadi sewaktu-waktu dibutuhkan sudah siap sedia.

Memompa Air dari Sungai Terdekat

Saat musim kemarau datang banyak sekali lahan pertanian yang terancam gagal panen atau bahkan sama sekali tidak bisa ditanami karena pasokan air yang tidak memadai. mencari sumber mata air air baru merupakan langkah yang bisa dibilang paling tepat mengingat jika hanya dibiarkan akan gagal panen dan menambah kerugian para petani. 

Setiap pemukiman biasanya terdapat sungai yang terus mengalir sepanjang tahun meskipun airnya hanya sedikit, namun air tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian dengan cara memompa menggunakan pompa diesel berukuran besar sehingga mampu memasok air untuk kegiatan pertanian. 

Pemakaian pompa air diesel idealnya tidak cukup mengandalkan 1 mesin saja namun menggunakan beberapa pompa air secara berbarengan sehingga bisa mengejar target perairan, atau juga bisa dijadikan sebagai pompa cadangan yang siap dihidupkan jika pompa yang satu mengalami trouble. 

Membendung Saluran Air/Solokan

Lahan pertanian seperti sawah sudah pasti memiliki saluran pembuangan air yang biasa disebut dengan solokan, Saluaran air ini saat musim penghujan digunakan sebagai saluran pembuangan air sehingga lahan pertanian tidak banjir saat musim penghujan. 

Saat menjelang musim kemarau tiba, usahakan saluran air ini dimanfaatkan secara maksimal untuk bisa mengontrol air secara baik dan bisa juga digunakan untuk menampung ketersediaan air dengan cara membendungnya secara rapat. 

Ada beberapa teknik membendung saluran air supaya air yang ada bisa dimanfaatkan untuk kegiatan seperti pertanian dan beberapa kebutuhan lain yaitu dengan cara manual atupun bisa menggunakan sistem pintu air yang sudah modern. Jika dilakukan dengan cara yang masih manual bisa memanfaatkan media yang berada di lingkungan sekitar seperti menggnakan bambu, karung diisi pasir atau dengan cara yang lainnya. 

Memanfaatkan Waduk 

Waduk merupakan dataran tanah rendah yang terisi air dan memiliki ukuran yang cukup luas. Waduk memiliki manfaat yang sangat banyak untuk menampung air terutama saat musim kemarau sehingga bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam aktifitas salah satunya untuk mengairi lahan pertanian masyarakat. 

Adanya sebuah waduk sebenarnya bukan tidak memiliki manfaat yang besar justru adanya waduk memiliki peranan yang cukup vital karena sebagai media penampung air yang seiap saat siap untuk dipergunakan jika keadaan air sudah mulai menurun.

Alternatif-alternatif lain untuk mengatasi lahan pertanian kering terus ditingkatkan sejalan dengan berkembangnya kebudayaan masyarakat dlam rangka supaya bisa mengatasi masalah tersebut. Sulitnya mengatasi hal tersebut harus dengan segera terselesaikan mengingat banyaknya petani yang hanya mengandalkan sumber perekonomiannya dari ladang saja. Usaha-demi usaha terus dikembangkan untuk mewujudkan swasembada pangan dan mengangkat kesejaheraan petani.     

2 Komentar untuk "Tips Mengatasi Lahan Pertanian Kering Saat Kemarau Panjang"

  1. Mas. Bapakku kan sawahnya posisi di tengah2. & jauh dari sumber air. itu kira2 ada solusi lain tidak mas. selain langkah diatas?

    BalasHapus
  2. Semuanya kadang tak berguna kalau tak bisa mengurusi tata kelola air. Sebab ada yang disebut preman air yang kerap melakukan pungli hanya untuk membuka pintu air.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel