Pengertian dan Sumber Syariat Islamiyah

Sebagai seorang muslim sudah seharusnya mengeahui dan memahami tentang apa iu syariat Islam karena itu merupakan pegangan utama bagi seorag muslim dalam menjalankan kehidupan sesuai dengan perintah agama. Untuk memahami tentang apa itu syariat islamiyah, semoga artikel ini memberikan sedikit pemahaman sehingga lebih memantapkan lagi dalam menjalani kehidupan yang sesuai tuntunan syariat agama.

Pengertian Syariat 

Syariat memiliki pengertian semua yang telah disyariatkan Alloh kepada hambanya (manusia) baik yang bersumber langsung dari Al-Qur'an maupun yang melaui langsung kepada  Nabi Muhammad SAW. Memahami tenang syariat Islaminyah merupaan keajiban bagi seoran muslim mengingat dengan mempelari syariat Islam akan memudkan dalam menjalai kehidupan sesuai dengan perinta agama. Syariat merupakan sebuah jalan dalam menempuh tujuan. dengan demikian Syariat Islamiyah memiliki makna aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh alloh yang menjadi rujukan bagi seorang muslim baik langsung yang bersumber langsung dari Al-Qur'an maupun yangbersumbe dari Nabi Muhammad SAW. 

Ada beberapa tokoh yang memberikan penjelasan dengan tujuan untuk mempermudah  memahami    syariat Islam. Sebagaimana yang disampaikan Syaikh Muhammad Saltut memaknai syariat islam sebagai berikut :
Syariat menurut bahasa ialah tempat yang didatangi atau dituju manusia atau binatang untuk minum air. sedangkang menurut istilah huum-hukum dan tata aturan yang disyariatkan Alloh buat hambanya agar mereka agar mereka mengikuti dan berhubungan antar sesamanya
 Dari pengertian syariat diatas sudah memberikan sedikit gambaran bahwa yang dinamakan syariat islam merupakan bentuk tata aturan yan sudah ditetapkan serta memiliki sumber yang jelas sebagaimana sumber yang boleh dijadikan sebagai rujukan oleh umat islam. adapun sumber apa saja yang dijadikan sebagai rujukan akan dibahas dibawah ini.

Para ahli fiqih memakai kata syariat lebih sebagai bentuk nama hukum islam yang ditetapka oleh Alloh untuk hambanya sebagai aturan yang harus dilaksnakan dan di imani dengan penuh. pada perkemangannya ulama Mutaakhirin menggunakan kata syariat untuk nama hukum fiqh atau hukum islam. pemakaian nama tersebut berdasarka isi dari syariat yang di dalamnya terdapat berbagai macam aturan Alloh yang harus dikerjakan oleh manusia sebagai hamba Aloh SWT. 

Sumber-Sumber Syariat Islam

Setelah memahami pengertian syariat islam sebagaimana yang telah disebutkan diatas bahwa salah satu isi syariat merupakan tata aturan Alloh tentulah harus mengetahui Sumber hukum islam apa saja yang bisa dipakai dalam pengambilannya, mengingat kita sebagai manusia yag hidup di akhir zaman sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW sudah wafat ratusan tahun sebelum kita dilahirkan keadaan zaman sudah megalami banyak perubahan,berbeda dengan saat nabi muhammad masih hidup setiap permasalahan yang dialami oleh para sahbat mereka dengan mudah langsng menanyakan hal tersebut kepada nabi. 

Adanya kondisi yang demikian perlu dipahami bahwa sumber hukum islam sebagai patokan utama dalam menggali sebuah hukum. kehidupan manusia selalu berkembang mungkin bisa terjadi apa yang ada pada masa sekaran ini belum tentu ada pada zaman dahulu. agar tidak terjadinya perselisihan tentulah harus memahami Sumber-sumber hukum islam apa saja yang dijadikan rujukan dalam menggali sebuah hukum serta memahami pula kehujjahan atau kekuatan dari masing-masing sumber hukum islam tersebut.     

1. Al-Qur'an

Al-Qur'an merupakan kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai penutup atau penyempurna ajaran Alloh yang telah diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya. Al-Qur'an Sendiri memiliki pengertian kalam alloh yang diturunkan kepada nabi muhammad melalui maaikat jibril sebagai mukzizat, bernilai ibadah bagi yang membacanya walaupun hanya satu ayat ata huruf. AL-Qur'an sendiri memliki keistimewaan yang sangat luar biasa karena keaslian Al-Quran akan terus terjaga sepanjang masa karena Alloh menjaganya secara lagsung selain itu juga banyak yang menghafalkan ayat-ayat al-qur'an. 

Keistimewaan lain yang terdapat dalam al-qur'an ialah lafal dan maknanya langsung bersmber dari Alloh Swt. tentu tidaklah sama dengan hadist Qudsi, Hadis qudsi bersumber dari Alloh namun hanya maknanya saja sedangkan redaksi hadist bersumber dari Rosululoh SAW sehinga Hadis Qudsi dan terjemahan al-Quran tidak bisa disebut sebagai Al-Qur'an. 

Sesuai dengan fakta keistimewaan yang terdapat dalah Al-Qur'an sebagaimana yang disebutkan diatas sudah tentu bahwa Al-Qur'an merupakan Sumber Utama yang menjadi pedoman hidup bagi setiap muslim dalam kehidupan sehari-hari dan sebagai sumber hukum yang pertama dikala menggali sebuah hukum saat terdapat permasalahan kehidupan yang baru. Al-Qur'an dijadikan sebagai kitab Undang-Undang yang bersifat wajib bagi setiap muslim. ada berbagai macam hukum yang dibahas dalam al-Qur'an, Jika dikelompokan berdasarkan pembahasannya terdapat 3 macam hukum :
  • Hukum Aqidah (Ahkam I'tiqodiyah)
Hukum aqidah merupakan pembahasan hukum tentang kepercayaan, keyakinan yang lebih dikenal dengan rukun iman yang wajib di imani oleh setiap muslim.
  • Hukum Akhlaq (Ahkam Khuliqiyah)    
Hukum Akhlaq merupakan hukum-hukum yang berkaitan dengan tindakan yang harus dilakukan oleh manusia sebgai upaya untuk terhindar dari ketidak baikan atau kehinaan.
  • Hukum Amaliyah (Ahkam Amaliyah)
Hukum amaliyah merupakan sebuah hukum yang memiliki hubungan langsung dengan tindakan manusia selama hidup di dunia yang nantinya akan dipertanggung jawabkan dihadapan Alloh.



2. As-Sunnah

Sumber hukum islam yang kedua yaitu Sunnah, Sunnah merupakan segala sesuatu yang didasarkan atas perkataan, perbuatan, persetujuan yang dilakukan oleh Rosululloh. untuk membantu memahami sunnah supaya lebih mudah, Sunnah terbagi menjadi 3 bagian yaitu Sunnah Qauliyah, Sunnah Fi'liyah dan Sunnah Taqririyah.

Sunnah Qauliyah merupakan sunnah nabi yang bersumber dari ucapan yang langsung diucapkan oleh nabi muhammad.     

Sunnah Fi'liyah yaitu sunnah nabi yang bersumber atas segala yang dilakukan nabi semasa hidupnya.

Sunnah Taqririyah yaitu bentuk persetujuan nabi atas apa yang dilakukan oleh para sahabat ketika para sahabat nabi melakukan suatu perbuatan namun nabi menyetuhui perbuatan yang dilakukan oleh sahabat. Bentuk persetujuan nabi kepada para sahabat tidak hanya menggunakan lisan, namun bisa juga menggunakan isyarat atau hanya membiarkannya saja.

Jika dikelompokan berdasarkan sanadnya sunnah nabi dapat juga dikelompokan menjadi tiga bagian yaitu Sunnah Mutawatiroh, yaitu sunnah yang diriwayatkan oleh sekelompok orang (Perawi Hadist) maksudnya adalah, tidak mungkin sekelompok orang para perawi hadis mereka sepakat untuk berbohong mengingat jumlah mereka cukup banyak serta memiliki tingkat kejujuran yang tinggi dan tidak tinggal dalam satu tempat. Sunnah Mashurah, Sunnah ini berada dibawah tingkatan sunnah mutawatir mengingat sunnah yang diriayatkan nabi oleh seorang perawi namun tidak masuk dalam kategori mutawatir seperti sunnah/dalil seluruh amal perbuatan itu karena niat. dan yang terakhir yaitu sunnah Ahad, Sunnah ahad adalah sunnah yang memiliki satu,dua sanad yang berlainan lawan sunnah ahad ini yaitu sunnah mutawatir.  

2. Ijma

3. Qiyas


  

     
          
      


Belum ada Komentar untuk "Pengertian dan Sumber Syariat Islamiyah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel